Sugeng Rawuh Wonten Ing Kalurahan Kaligintung Kapanewon Temon Kabupaten Kulon Progo -- >

Artikel

3 Cara Perusahaan di Kulon Progo Saat Wabah Corona

16 April 2020  Administrator  727 Kali Dibaca 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana

 

 

 Perusahaan di Kulon Progo, Yogyakarta melakukan tiga langkah saat pandemi Corona. PHK, merumahkan dengan potong gaji dan merumahkan tanpa gaji.

Merosotnya roda perekonomian akibat pandemi Covid-9, berpengaruh pada sektor tenaga kerja. Saat ini ada lebih dari 2.000 pekerja asal Kulon Progo terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

Jumlah tersebut berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulon Progo, berdasarkan laporan yang diterima dari 88 perusahaan dan institusi yang tersebar di Kulon Progo, luar daerah dan mancanegara.

Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana, mengatakan, akibat adanya wabah Corona, hingga Kamis 9 April 2020 setidaknya ada 2.000 pekerja yang terdampak. Perusahaan memang mengambil tiga langkah kebijakan saat pandemi Covid-19 ini; mulai dari PHK, merumahkan dengan gaji tidak penuh, dan merumahkan pekerja tanpa gaji.

Dari 2.010 tenaga kerja terdampak, yang bersedia serta memenuhi syarat untuk diusulkan ada 1.848 orang.

Terhadap para pekerja ini, lanjut Eko, pihaknya telah melakukan pengusulan agar mereka bisa ikut program Kartu Prakerja. Penyampaian usulan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari kabupaten/kota, Disnakertrans DIY dan terakhir pengiriman ke Kementerian Tenaga Kerja RI dan akan dikompilasi di kementerian terkait. 

"Dari 2.010 tenaga kerja terdampak, yang bersedia serta memenuhi syarat untuk diusulkan ada 1.848 orang," ucap Eko pada Selasa 14 April 2020.

Eko menjelaskan, proses verifikasi terhadap calon penerima program kartu Prakerja dilaksanakan secara berjenjang. Tidak hanya itu, masing masing dari sejumlah kementerian, seperti Pariwisata, Perdagangan, Industri Koperasi UMKM juga melakukan pendataan. "Kami upayakan agar mereka bisa memperoleh bantuan lewat program program pra kerja," ucapnya.

Seorang pekerja terdampak, Ridwan Hanafi, 25 tahun, asal Girimulyo mengatakan, sejak dirumahkan oleh perusahaan tekstil tempatnya bekerja, dirinya mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi. Selama dirumahkan, dirinya tidak mendapat upah sepeser pun. "Terpaksa saya ambil di tabungan mas. Jika tidak gitu, tidak bisa gak makan," ujarnya.

Dia berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan para tenaga kerja terdampak agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Semoga pandemi segera berakhir sehingga kehidupan kembali normal," ungkapnya. (https://news.detik.com/)

;

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

  Statistik

 Arsip Artikel

07 November 2014 | 71.254 Kali
Pemerintahan Desa
26 Agustus 2016 | 65.275 Kali
Sejarah Desa
29 Juli 2013 | 64.437 Kali
Profil Desa
24 Agustus 2016 | 63.941 Kali
Pemerintah Desa
22 November 2019 | 63.863 Kali
E-KTP
20 April 2014 | 63.836 Kali
Pelayanan
25 November 2019 | 63.784 Kali
3 IN 1 KELAHIRAN

 Agenda

Belum ada agenda

  Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Alamat : KALIGINTUNG KIDUL, KALIGINTUNG, TEMON, KULON PROGO
Desa : KALIGINTUNG
Kecamatan : Temon
Kabupaten : Kulon Progo
Kodepos : 55654
Telepon :
Email : pemdeskaligintung@gmail.com

  Statistik Pengunjung

  • Hari ini : 41
    Kemarin : 3,046
    Total Pengunjung : 4,647
    Sistem Operasi : Unknown Platform
    IP Address : 192.168.64.23
    Browser : Mozilla 5.0